Marco Van Basten bawa FIFA Forward Programme ke Indonesia

Marco Van Basten

Marco Van Basten (52), mantan pemain sepakbola AC Milan dan Ajax Amsterdam, rencana datang ke Jakarta pertengahan februari 2017. Posisinya kini sebagai direktur teknik FIFA, akan presentasikan FIFA Forward Programme, salah satu program bantuan FIFA.

“Program itu hanya diberikan kepada delapan sampai sepuluh negara dalam setahun. Indonesia sendiri dianggap penting untuk mendapatkan program itu. Melalui program  Rp16 miliar per tahun. Dengan rincian, 750 ribu dollar AS untuk proyek pembangunan lapangan, kompetisi, dan sepakbola wanita. Sementara 500 ribu dollar AS, untuk biaya menjalankan tata kelola dan administrasi organisasi,” Joko Driyono selaku wakil ketua umum PSSI.

Kedatangan Marco Van Basten ke Indonesia, juga didampingi 3 orang lainnya dari FIFA. Diperkirakan pada 17 Februari sampai 20 Februari 2017. Mereka akan melihat langsung perkembangan sepakbola Indonesia, serta peranan pemerintah terhadap pesepakbolaan di tanah air.

“Kami harus membuat perencanaan pembangunan sepakbola Indonesia. Dengan program itu, FIFA turut mengawasi berjalan tidaknya di PSSI di kemudian hari,” jelas Joko kelahiran Ngawi ini.

Marco Van Basten

Pemain Terbaik Dunia

Marco lahir di Utrecht Belanda, pada 31 Oktober 1964. Ia pernah bermain sebagai penyerang untuk Ajax dan Milan, serta Tim Nasional Belanda di  era 80 dan 90 an. Pada masa itu, Marco dianggap salah satu pemain terbesar sepanjang masa,  dan mampu mencetak 300 gol selama kariernya.

Marco pensiun di usia 30 tahun sebagai pemain, akibat cidera kaki saat bertanding di tahun 1993. Namun tetap berada di lapangan rumput sebagai pelatih kepala Ajax, tim nasional Belanda, Heerenveen dan Alkmaar.

Kepiawaiannya bermain bola, membuatnya meraih penghargaan Pemain Terbaik Dunia pada 1992. Dan memenangkan Ballon d’Or sebanyak tiga kali, pada tahun 1988, 1989 dan 1992.

Posisinya sebagai pemain terbaik kelas dunia, mendudukkan Marco pada peringkat keenam dalam polling internet FIFA Player Of The Century, dan peringkat kesepuluh dalam pemilihan Pemain Eropa abad ini, yang diselenggarakan oleh IFFHS.

Sebuah jajak pendapat untuk memilih 100 orang terbesar di Belanda, Marco di urutan tertinggi kedua, dibelakang Johan Cruff. Serta urutan pertama pada daftar atlet hebat dengan karir singkat versi Sky Sports.