Max Verstappen, pebalap RedBull racing dan atlet terbaik di Belanda

Sebuah keberuntungan yang menjadikan karir Max Verstappen (19) melesat sebagai pembalap F1. Dibawah klub induknya – Driver RedBull Racing, Verstappen mengawali debutnya sejak mengganti posisi Daniil Kyvat yang dianggap kurang prima.

Verstappen tidak mensia siakan kesempatan yang diberikan RedBull Racing. Ia langsung unjuk kebolehan, menggeber F1nya di landasan pacu GP Spanyol. Sensasi balanya itu, seolah mampu meninggalkan masa lalunya sebagai pebalap Toro Rosso, yakni sebagai tim kedua Red Bull di ajang balap

Kemenangannya di GP Spanyol. Membuat nama Verstappen mulai naik daun. Di ajang balap itu, Verstappen mampu masuk enam kali finis di lima besar.

Pada klasemen F1 akhir musim lalu, Verstappen mampu finis di posisi kelima, dengan meraih 204 poin, lebih baik dari pebalap kawakan asal Ferrari, Kimi Raikkonen, yang menduduki posisi keenam.

Atas keberhasilannya itu, Verstappen didapuk sebagai atlet olahragawan Belanda terbaik tahun ini. Ia mengalahkan atlet pebalap sepeda Tom Dumoullin, speed skater Sven Kramen, peselancar angin Dorian van Rijsselberghe dan perenang Ferry Weertman – keduanya peraih medali emas di Olimpiade 2016.

Meski demikian, Verstappen tak lepas dari kritik, terkait gaya membalapnya yang dianggap ugal-ugalan, dan membahayakan pebalap lain. Sebut saja Sebastian Vettel dan Raikkonen pernah mengeluhkan tentang cara balap Verstappen.