Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) Hendropriyono yang ikut mendaftarkan diri dalam program pengampunan pajak (tax amnesty)

Sebagai orang yang patuh hukum, banyak cara dilakukan untuk bangsa ini. Terutama menyangkut masalah pajak, seperti mantan Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) Hendropriyono yang ikut mendaftarkan diri dalam program pengampunan pajak (tax amnesty). Ia sengaja datang ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) di kawasan Sudirman Jakarta, Rabu (21/9/2016).

Hendro Priyono mengaku keikutsertaannya itu semata-mata untuk menyukseskan program yang digulirkan pemerintah sejak Juli 2016. “Ini amnesty, bukan berarti saya minta ampun bikin kesalahan, bukan. Ini kan tertib admin, ini adalah program pemerintah. Jadi saya sih merasa PBB selalu bayar, jual beli properti aset kan ada pajaknya,” katanya.

Dikatakan Hendropriyono, keikutsertaannya dalam program tax amnesty‎ agar administrasi perpajakan yang menjadi kewajibannya tersebut tertata dengan baik. Bukan berarti minta pengampunan.

Maklum, menurutnya, selama ini sistem administrasi ‎di Indonesia, baik di sektor perpajakan maupun sektor lagi masih sangat lemah. Makanya,  momen tax amnesty ini menjadi salah satu cara untuk menata kembali sistem administrasi.

“Tapi kalau masalah administrasi, kita ini selalu lemah. Banyak hal-hal yang misalnya kelupaan, atau perubahan peraturan, dan lain-lain yang mungkin administrasi tinjau dari sisi perpajakan berpaut,” terangnya.

Oleh karenanya, Hendro berharap setiap warga negara Indonesia wajib mendukung kesuksesan dari program ini. Berarti, dengan ikut pengampunan pajak, bukan hanya akan membawa keuntungan bagi negara tetapi juga pada warga negara yang bersangkutan.​