Endang Tarot Dari Jurnalis Menjadi Peramal Artis

Perjalanan karir Endang Tarot memang tergolong unik, rasanya tak sesuai dengan karir yang ditekuni saat ini. Ia awalnya bekerja disalah satu bank swasta, serta pernah menjalani karir sebagai penyiar radio selama sepuluh tahun. Tak hanya puas menjadi penyiar, dia juga mengembangkan karirnya di dunia televisi selama sepuluh tahun. Bertemu banyak orang dengan beragam karakter membuat kemampuan terawangnya  makin terasah, seperti bertemu bermacam karakter nasabah, artis atau nara sumber yang diwawancara  serta mendengar bermacam-macam masalah pendengarnya saat siaran di radio.

Merasa ada panggilan batin yang sulit ia terjemahkan, Endang akhirnya memilih untuk lebih serius menjalani profesinya sebagai fortune teller dan semakin mengasah kemampuan terawang yang dimilikinya sejak kecil. Semakin peka dengan suara-suara kehidupan di alam semesta, mantan produser Espresso Antv ini pensiun dini dari dunia pertelevisian.

“Aku sejak dulu ketika jadi penyiar radio sudah dipercaya untuk memandu acara Palmistry atau membaca peruntungan seseorang melalui garis telapak tangan. Aku juga kerja disalah satu Televisi swasta menjadi produser program infotainment,” ujar Endang saat ditemui di kediamannya Jakarta Selatan Beberapa hari yang lalu.

Saat menjadi produser acara di salah satu televisi dan mendatangkan bintang tamu yang juga sahabat dekat Endang, yaitu peramal senior almarhum Mama Lauren, ia disarankan untuk berhenti meninggalkan profesinya sebagai seorang produser.

“Mama Lauren bilang, kamu berhenti saja jadi peroduser, ngapain sih. Hampir 10 tahun aku kerja di TV. Padahal dulu aku masih semangat-semangatnya jadi produser entertainment. Akhirnya aku ambil paket pensiun dini pada tahun 2010,” ungkap pemilik nama lengkap Endang Widiastuti R

Kemampuannya untuk menerobos pikiran ataupun kejadian masa depan seseorang sudah dimilikinya sejak kecil. Orang tuanya yang juga memiliki kepekaan mata batin membimbing Endang dengan berbagai laku tirakat puasa untuk semakin menguatkan dan mengasah mata batinnya.
“Ibu bapak aku juga punya kemampuan menerawang dengan ketajaman mata batinnya, tapi nggak dipublish aja. Mereka rajin tirakat. Dari umur tiga tahun aku diakui orangtuaku punya kemampuan melihat sesuatu yang tidak bisa ditembus oleh manusia,” ungkap wanita berusia 47 tahun ini.
Sebagai seorang fortune teller tentunya tak melulu bisa dipercaya seratus persen, namun pengalaman kliennya yang datang menurut Endang kebanyakan mengaku cukup puas karena mendapat bantuan terawangannya atau tidak meleset jauh dari apa yang ia ramalkan.

“Kita nggak bisa menilai diri sendiri ramalannya tepat, nantinya nggak objektif. Tapi kebanyakan yang pernah konsul ke aku bisa datang lagi jika ada masalah kehidupan. Aku dengan senang hati membantu mencari jalan keluarnya sesuai profesiku. Banyak yang sudah seperti saudara kalau datang, kaya teman juga, mereka lebih suka bercerita dan minta solusi yang terbaik. Apa yang saya sarankan biasanya terbukti dikemudian hari,” beber Endang.
Untuk urusan klien, ia mengaku banyak dari berbagai profesi seperti pekerja hiburan serta petinggi publik. Kliennya bukan hanya dari dalam negeri saja, namun juga berasal dari luar negeri.

“Banyak petinggi negara, artis dan perwira tinggi. Kadang agak deg-degan, bukan takut ramalanku salah ya, tapi lebih karena berada di tengah orang-orang hebat. Tapi mereka percaya dengan terawanganku dan mau menerima masukan yang diberikan. Mereka sering konsultasi dan tanya tentang masalah negara serta solusinya seperti apa berdasarkan terawanganku yang dijadikan pertimbangan dan bahan masukan,” ujarnya.
Endang Tarot juga pernah meramal wafatnya salah satu komedian Olga Syahputra saat itu. namun Endang tak mau menyebutkan nama secara detail artis atau pejabat tinggi jika meramal. Ia hanya memberikan inisial nama saja dengan berbagai pertimbangan dan alasan.

“Aku kalau ngeramal artis itu pakai inisial atau ciri-cirinya saja, menjaga agar mereka tidak tersinggung. Biasanya wartawan tanya tentang artis A atau B seperti apa. Kalau ditanya masalah seseorang, aku tiba-tiba saja ada energi lain. Ada yang ngedampingin biar aku ngomong ga melenceng salah dan nggak nyakitin orang,’ tuturnya